MAKALAH
IMPLEMENTASI SISTEM ERP
Makalah
ini dibuat untuk
memenuhi Tugas Mata Kuliah Enterprise
Resources Planning
Dosen
Pengampu: Supriyono, S.Kom, M.Kom
Disusun oleh :
Kelompok 5
1.
Ngatini 201253158
2.
Riza Ulyan
N 201253160
3.
Wulan Dhari 201253145
4.
Shela
Novitasari 201253174
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik serta
hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudulImplementasi
Sistem ERP.
Dalam pemulisan makalah
ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen pengampu mata kuliah ERP
yang telah memberikan materi kuliah tersebut dan memberikan tugas ini sehingga
dapat berfikir dan bekerja sama antar mahasiswa. Serta pihak-pihak yang sudah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Tanpa doa dari teman – teman mungkin
makalah ini tidak dapat terselesaikan.
Sebelumnya kami meminta
maaf karena makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami
mohon saran dan kritik dari pembaca demi perbaikan di kemudian hari. Dan semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Wa’alaikumsalam Wr.Wb
Kudus, Maret 2015
Tim Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman Judul ................................................................................................. i
Kata Pengantar ................................................................................................ ii
Daftar isi .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Batasan Masalah......................................................................................... 2
1.4 Tujuan Penulisan......................................................................................... 2
1.5 Manfaat ..................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep dasar ERP ..................................................................................... 4
2.2 Fase – fase dalam implementasi sistem ERP.............................................. 5
2.3 Karakteristik sistem ERP ........................................................................... 6
2.4 Implemetasi sistem ERP pada sebuah perusahaan .................................... 7
2.4.1. Studi kasus implementasi sistem ERP ............................................ 7
2.5 Keberhasilan dan kgagalan
implementasi sistem ERP ............................ 8
2.5.1. Keberhasilan................................................................................... 8
2.5.2. Kegagalan ...................................................................................... 9
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan................................................................................................ 12
3.2. Saran ......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Enterprise Resoure
Planning (ERP) adalah sistem informasi terintegrasi yang dapat mengakomodasikan
kebutuhan-kebutuhan system informasi secara spesifik untuk departemen –
departemen yang berbeda pada suatu perusahaan. ERP terdiri dari bermacam –
macam modul yang disediakan untuk berbagai kebutuhan dalam suatu perusahaan,
dari modul untuk keuangan sampai modul untuk distribusi. Pengguna ERP
menjadikan semua system di dalam suatu perusahaan menjadi satu system yang terintegrasi dengan satu database, sehingga beberapa
departemen menjadi lebih mudah dalam melakukan komunikasi.
Penerapan ERP
dalam suatu perusahaan tidak harus dalam sistem yang utuh, tetapi dapat
diterapkan dengan hanya menggunakan satu modul saja dulu sebagai pilot project.
Jika penerapan satu modul dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan
refrensi modul yang sudah berhasil.
Ada beberapa software ERP yang
dikenal secara umum, seperti SAP, PeopleSoft, JDEdward dan beberapa merk
lainnya. Tidak semua software tersebut bisa dikostumisasi sesuai dengan
kebutuhan bisnis perusahaan, kadang kala perusahaan harus merubah aturan
bisnisnya untuk dapat menggunakan software ERP tertentu.
Aturan bisnis dan kebutuhan sistem ERP
berbeda dan spesifik untuk setiap perusahaan. Perusahaan skala besar, dengan
dukungan kondisi ekonomi yang relatif besar, akan dengan mudah memilih
softrware mana yang akan digunakan sekalipun harus merubah kebutuhan bisnisnya.
Namun, untuk perusahaan skala kecil dan menengah, hal ini tentu saja sulit
dilakukkan. Selain harga software ERP yang cukup tinggi.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai
berikut :
1.
Apa
pengertian dari sistemERP?
2.
Bagaimana
karakteristik sistem ERP?
3.
Bagaimana
Fase-fase dalam implementasi sistem ERP?
4.
Bagaimana
implementasi sistem ERP pada suatu perusahaan?
5.
Bagaimana siklus hidup pengembangan
sistem ERP ?
6.
Apa
keberhasilan dari implementasi sistem ERP?
7.
Apa saja
kegagalan dalam penerapan sitem ERP
1.3 Batasan
Masalah
Agar permasalahan dalam rumusan masalah lebih spesifik, maka pada
makalah ini penulis membatasi pembahasan masalah sebagai berikut:
1.
Pengertian sistem ERP
2.
Fase – fase dalam implementasi
sistem ERP
3.
Karakteristik sistem ERP
4.
Implementasi sistem ERP pada suatu
perusahaan
5.
Keberhasilan dan kegagalan dari
implementasi sistem ERP
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :
1.
Sebagai
syarat untuk memenuhi tugas matakuliah ERP
2.
Agar mahasiswa mampu memahami
bagaimana implementasi sistem ERP pada suatu perusahaan.
1.5
Manfaat
Adapun manfaat dari disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai
sumber bacaan dan pengetahuan bagi mahasiswa yang mengikuti matakuliah ERP
2.
Dengan
adanya makalah ini mahasiswa dapat memahami implementasi sistem ERP
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep
Dasar ERP
ERP (Enterprise
Resource Planning) merupakan software yang mengintegrasikan semua
departemen dan fungsi suatu perusahaan, baik departemen penjualan, HRD,
produksi, atau keuangan. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik jika didukung
aplikasi dan infrastruktur komputer baik hardware/software.
Syarat terpenting dari sistem ERP adalah integrasi yang
maksudnya yaitu menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu
logical database. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam
perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi yang dapat diakses dan mudah
disebarluaskan. Sistem ERP adalah
sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem informasi yang mendukung
transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Tujuan
sistem ERP adalah untuk mengkooordinasikan bisnis organisasi secara
keseluruhan.
Konsep dari sistem ERP dapat diilustrasikan
sebagai berikut:
Gambar 2.1 : konsep dasar ERP
Sistem ERP merupakan seperangkat infrastruktur dan software yang tidak dapat
dilepaskan dari aspek ‘best practices’ yang artinya merupakan pencerminan cara
terbaik dalam mengelola bisnis berdasarkan pengalaman para pelaku bisnis.
Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kerja sama dan interaksi antar semua
departemen/ fungsi dalam perusahaan.
2.2.Fase-Fase Implementasi Sistem ERP
Adapun fase – fase dalam
implementasi sistem ERP adalah sebagai berikut :
a.
Fase
inisisasi
Fase inisiasi yaitu
berupa rencana strategis atau juga dari beberapa kejadian yang muncul di
perusahaan misalnya ada tawaran dari vendor, pergerakan industri, peningkatan
kualitas proyek, perubahan pada peraturan dan hukum atau pemnafaatan anggaran
tejnologi informasi yang lebih baik.
b.
Fase
evaluasi
Pada fase ini meliputi evaluasi proses bisnis,
analisa kebutuhan, evaluasi berbagai alternatif, pencarian vendor yang
potensial dan evaluasi berbagai produk yang berbeda.
c.
Fase selection
Pada fase ini dapat berlangsung dalam waktu
yang cukup lama. Karena dihabiskan untuk menyeleksi berbagai potensi alternatif
termasuk peluang mengakhiri proyek atau memutuskan proyek jika lingkungannya
ternyata tidak siap menerima proyek tersebut.
d.
Fase
modifikasi
Fase modifikasi dapat
dijalankan dengan dua cara, cara pertama yaitu memodifikasi apa saja yang
terjadi dalam rangkaian proses analisa-konfigurasi dan pengujian sampai
mendapatkan hasil yang diinginkan atau sampai batasan waktu tertentu. Cara kedua yaitu dengan melakukan pemilihan
status target tertentu kemudian menerapkan pengukuran atas pencapaian target
tertentu. Dalam fase modifikasi perlu dilakukan tahapan pelatihan bagi para
pengguna.
e.
Fase
penyelesaian
Apabila semua berjalan dengan lancar, maka
konsumen akan melunasi pembayaran yang tergantung pada kontrak. Pada tahapan
ini perusahaan akan mendapatkan pelajaran serta pengalaman atas semua kejadian
selama proyek implementasi berlangsung, termasuk evaluasi keberhasilan dan
kegagalan serta peluang implementasi selanjutnya.
2.3.Karakteristik Sistem ERP
Menurut Daniel E. O’Leary sistem ERP memiliki karakteristik sebagai
berikut (WHL-2006):
1.
Sistem ERP
adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna
server apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.
2.
Sistem ERP
memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
3.
Sistem ERP
memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
4.
Sistem ERP
menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data
sekali saja.
5.
Sistem ERP
memungkinkan mengakses data secara waktu nyata(real time).
6.
Dalam
beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan
perencanaan.
7.
Sistem ERP
menunjang sistem multi mata uang dan bahasa, yang sangat diperlukan oleh
perusahaan multinasional.
8.
Sistem ERP
memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan tanpa melakukan
pemrograman kembali.
2.4.Implementasi
Sistem ERP
Implementasi
sistem ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan
peran serta pelanggan. Penerapan ERP banyak ditemukan pada industri manufaktur.
Penerapan ERP tersebut menggunakan berbagai aplikasi atau software ERP. Software
ERP yang banyak beredar di pasaran yaitu SAP, JDE, Baan, Protean, Compiere,
Magic, dll.
Ada beberapa alternatif cara dalam menerapkan sistem ERP, diantaranya
adalah:
1.
Melakukan
instalasi aplikasi ERP secara langsung dan menyeluiruh
Perusahaan
mengganti sitem lama dengan sitem ERP. Cara ini juga mengandung resiko, seperti kesiapan perusahaan dengan
adanya pergantian sistem yag baru.
2.
Melakukan
strategi franchise
Cara
ini dilakukan dengan mengimplementasikan beberapa sistem ERP yang berbeda pada setiap
unit perusahaan. Implementasi biasanya fokus pada satu unit terlebih dahulu. Cara
Ini mengurangi resiko kegagalan sambil menguji sistem ERP pada unit itu apakah
bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apabila hasilnya memuaskan, maka sistem
ERP dapat diimplementasikan ke unit yang lain secara bertahap berdasarkan
referensi percobaan sebelumnya.
2.4.1.
Studi kasus implementasi
sistem ERP
PT Indofood CBP Sukses Makmur
Tbk. Merupakan produsen jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta,
Indonesia. Didirikan tahun 1990 oleh sudono salim dengan nama Panganjaya
Intikusuma. Perusahaan ini telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan
Total Food Solutions.
a.
Permasalahan yang dihadapi :
·
Indofood Tbk adalah perusahaan
dengan cakupan bisnis yang sangat luas
·
Perusahaan ini memproduksi
berbagai jenis olahan pangan
·
Aktivitas bisnis dilakukan dalam
skala besar
b.
Penerapan ERP di Indofood Tbk. :
·
SAP R/3 sebagai solusi ERP
·
SAP Advance Planner and Optimizer
(SAP APO) sebagai solusi Supply Chain Management (SCM)
c.
Manfaat implementasi ERP di PT
Indofood Tbk. :
·
Menyesuaikan minat konsumen
·
Distribusi informasi
·
Pengarsipan dokumen
d.
Tantangan yang dihadapi :
·
Investasi ERP sangat mahal dan
pilihan ERP yangs alah bisa menjadi mimpi buruk
·
ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah
perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil diperusahaan yang lain
·
Perencanaan harus dilakukan untuk
menyeleksi ERP yang tepat
·
Orang –orang tidak disiapkan untuk
menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
1.5.Keberhasilan dan Kegagalan Penerapan Sistem ERP
1.5.1. Keberhasilan
Ada beberapa hal yang sangat menentukan
keberhasilan implementasi ERP, yaitu:
1. Proses bisnis yang matang
Hal ini merupakan suatu syarat mutlak bagi sebuah perusahaan yang akan
melakukan imlementasi ERP. ERP tidak dapat diimplementasikan pada perusahaan
yang tidak memiliki proses bisnis yang jelas.
2. Change management yang baik
Implementasi sebuah sistem akan selalu diikuti dengan perubahan kebiasaan pada
perusahaan tersebut.
Change management sangat diperlukan untuk memberikan pelatihan kepada
pengguna, operator atau pihak yang akan bersentuhan langsung dengan sistem yang
baru.
3. Komitmen
Implementasi
ERP dalam perusahaan, pasti akan menyita banyak waktu dan tenaga. Komitmen dari
pimpinan perusahaan hingga pengguna yang akan bersentuhan langsung dengan
sistem sangat diperlukan.
4. Kerjasama
Kerjasama harus dilakukan dengan baik anatara internal perusahaan maupun antara perusahaan
dengan konsultan yang melakukan inplementasi. Konsultan dan pengguna sudah
menyatukan visi untuk keberhasilan implementasi.
5. Good Consultant
Pengalaman konsultan yang melakukan implementasi juga sangat berpengaruh
dalam implementasi.
1.5.2. Kegagalan
penerapan sistem ERP
Dari berbagai implementasi di perusahaan dapat disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab
utama kegagalan implementasi dan instalasi ini adalah beberapa faktor yaitu:
1.
Ketika
tidak ada atau kurangnya dukungan dari pimpinan
Instalasi dan implementasi ERP adalah suatu keputusan yang harus diambil
oleh pimpinan. Orang-orang harus mempunyai komitmen yang tegas untuk melakukan
perubahan di bagian masing-masing. Orang – orang yang dimasukkan dalam proyek
akanmeluangkan waktunya sebagian besar untuk proyek ini yang pada awalnya
kelihatan seperti hal yang tidak berguna. Disinilah dibutuhkan dukungan dari
pimpinan.
2. Ketika proyek dianggap sebagai proyek dari satu
departemen saja
Proyek tidak akan berjalan sebagaimana mestinya jika ada asumsi bahwa
proyek ini hanya milik satu bagian/departemen saja. Padahal dengan ERP ini
nantinya akan terjadi keterkaitan antara departemen yang satu dengan departemen
yang lain.
3. Ketika tidak ada yang diserahi tugas untuk
menjadi Person in charge(PIC).
Untuk satu proyek seperti ini sangat dibutuhkan seseorang yang
ditugaskan untuk menjadi PIC atau project manager. Hal ini untuk meningkatkan
komitmen agar terpenuhi semua pekerjaan sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.
Implementasi dan instalasi ini membutuhkan biaya, waktu dan sumber daya yang
tidak sedikit sehingga dibutuhkan seseorang yang bertanggung jawab.
4. Ketika untuk segala proses dan prosedur
implementasi diserahkan kepada tim IT saja.
Hal ini umum terjadi, dimana anggota tim yang terlibat proyek
implementasi hanya menyerahkan pengambilan keputusan atau perubahan prosedur
kepada pihak IT saja dengan alasan mereka orang yang secara teknik menguasai
bidang tersebut. Padahal yang mengetahui prosedur yang benar di bagian
masing-masing adalah pihak yang terlibat utama di dalamnya.
5. Vendor yang melakukan implementasi kurang atau
tidak memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik dalam melakukan implementasi
dan instalasi
Disini dibutuhkan vendor yang akan
melakukan implementasi dan instalasi yang sudah mengetahui kira-kira masalah
yang akan muncul dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan
pengalaman yang dimiliki.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
ERP adalah bagian dari infrastruktur
perusahaan, dan sangat penting untuk
kelangsungan hidup perusahaan. Tujuan dari implementasi ERP adalah untuk
meningkatkan daya saing perusahaan. Selain berdampak pada proses bisnis,
implementasi juga berpengaruh secara signifikan pada perubahan budaya
perusahaan.
3.2. Saran
Sebaiknya
dalam implementasi sistem ERP memperhatikan hal – hal apa saja yang berpengaruh
seperti ukuran bisnis, ruang
lingkup dari perubahan dan peran serta pelanggan,
Juga alternatif – alternatif apa saja
yang bisa digunakan karena sistem ERP pada setiap unit perusahan berbeda –
beda.
DAFTAR PUSTAKA
(n.d.). Retrieved from
http://www.mentaya.co.id/mty16/index.php/77-ulasan/68-apa-itu-erp
Catalya, P. (2014). Analisa Dampak
Implementasi Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) Terhadap Efektivitas
Pengendalian Internal BUMN Dalam Pelaporan Keuangan Di Indonesia. Semarang:
Universitas Diponegoro.
Wibisono, S. (2005). Enterprise Resource
Planning (ERP) Solusi Sistem Informasi Terintegrasi. Teknologi Informasi
DINAMIK Volume X, No.3 , 150-159.
sama sama
BalasHapus